Feed on
Tulisan
Komentar

MyNiceSpace.com


Menjelang Ramadhan

Genap se-tahun jadi guru

Tidak terasa saya sudah Genap se- tahun  menjadi guru di SD itu pun mungkin panggilan kali yaa

Ternyata banyak juga yang saya rasakan bahwa menjadi guru itu sangat menarik walaupun itu saya rasakan agak menjadi tantangan bahwa saya ini sangat bertentangan sekali dengan skill yang saya punya,tetapi yang saya rasakan bahwa menjadi guru itu membuat saya banyak yang harus saya mengerti, tetapi itu bukan hambatan atau menjadikan saya tidak tertarik dengan impian saya biar sekolah saya tetap memajukan pendidikan di sekolah.

Dalam hati kenapa saya bisa disini ya, padahal saya ini orang tehknik, tapi paling tidak saya bisa membuat anak murid senang ndengan hadirnya saya. Murid-murid itu ternyata mudah sekali dapat juga dibentuk sesuai dengan apa yang kita mau, tapi jangan salah hati- hati kalau bisa juga jadi salah dalam mendidikan anak (siswa). Harus banyak belajar juga dari teman seprofesi atu juga dengan cara sesering mungkin saya banyak bertanya setidaknya harus komunikatif dengan guru-guru, tidak lepas juag dengan oarng tua murid yang ada. Ini semua buat acuan saya bahwa mendidik anak (siswa) itu tidak segampang membalik telapang tangan.

Paling tidak seorang guru itu menjadi suritauladan bagi siswanya

  1. KARENA GURU TIDAK MEMAHAMI SUATU MATERI YANG AKAN DIBERIKAN KEPADA ANAK DIDIKNYA (GURU BODOH)

  2. GURU HONOR YANG DIBAYAR RENDAH

  3. GURU TERLALU CAPEK CARI TAMBAHAN PENGHASILAN

  4. GURU LEBIH MEMENTINGKAN URUSAN KELUARGA

  5. GURU BANYAK PROYEK LEBIH BESAR PENGHASILANNYA DARI PADA MENGAJAR

  6. GURU TAKUT KETINGGALAN INFORMASI AKHIRNYA BANYAK DIKANTOR UNTUK NGOBROL YANG NGGA PERLU

  7. GURU MERASA SUDAH PNS ( SEENAK-ENAKNYA NGAJAR )

  8. GURU KURANG KOMUNIKATIF SESAMA GURU YANG LAIN

  9. GURU BANYAK ALASAN

  10. DLL.

jika Anda merasa guru Anda “ngebut” di kelas dalam memberikan suatu materi, berikut beberapa alasan hasil penelitian penulis terhadap guru-guru di sekolah tercinta ini:

  1. Sang guru tak menguasai materi dengan kata lain goblok sehingga sang guru tak ingin muridnya bertanya lebih mendalam tentang pelajaran tersebut (berhubung murid-murid di sini titis semua jika mengajukan suatu pertanyaan) atau dia berpikir dengan melanjutkan teruz materinya, kegoblokannya tidak akan diketahui oleh murid-muridnya, jadi dia hanya memberikan inti dari pelajaran tersebut kemudian memberikan banyak tugas (yang penulis yakin belum tentu guru tersebut bisa mengerjakan soalnya sendiri) untuk dikerjakan muridnya. Biasanya sih, tugas ini dijadikan PR sehingga sang murid nanti bisa bertanya pada guru lesnya jika tidak mengerti dan pada pertemuan berikutnya sang guru menyuruh muridnya maju mengerjakan di depan dan berlagak memeriksa jawaban tersebut tetapi pada dasarnya dia sedang mempelajari cara-cara mengerjakan soal tersebut melalui hasil pengerjaan muridnya.

  2. Sang guru pemalas atau tidak pandai menjelaskan. Jika dia menjelaskan, para muridnya akan memandang papan dengan tatapan kosong karena tak mengerti apa yang diocehkan oleh sang guru, daripada si guru ini disuruh mengulang menjelaskan lagi padahal dia sudah capek menjelaskan (ditambah lagi waktu itu sudah jam terakhir) dia berpikir lebih baik lanjut ke materi berikutnya saja agar dia aman. Nanti dia tinggal memberi tugas dan jika anak-anaknya tidak mengerti, dia berpikir mereka bisa bertanya pada guru les mereka.

  3. Sang guru adalah makhluk munafik, mereka berkata agar kita menjalankan 3 nilai yang dadopsi oleh sekolah ini yaitu respect, responsibility, dan honesty. Tetapi nyatanya mereka sendiri tidak menjalankan 3 nilai tersebut pada para muridnya. Mengenai respek, di sini sudah sangat jelas konteksnya bahwa kita harus menghargai orang lain. Apakah sang guru sudah menghargai muridnya? Sama sekali tidak! Mereka tidak segan-segan untuk membunuh para muridnya dengan memberikan banyak sekali tugas, saling berlomba mengisi penuh papan jadwal ulangan, memberikan waktu mepet untuk penyelesaian tugas, dsb. seakan-akan kita adalah binatang yang harus terus dicambuk agar bisa berjalan. Mereka tidak memikirkan kelelahan kita dan tak menghargai segala daya upaya kita untuk mengharumkan nama sekolah kita ini atau membuat suasana sekolah kita ini baik (contohnya mereka tak menghargai mereka yang terlibat dalam organisasi, tim sport, tim web, tim paduan suara, dll.) dengan tak memberikan sedikitpun dispensasi. Masalah tanggung jawab mereka sudah pasti bisa dikatakan tak bertanggung jawab. Tugas dari para guru adalah membantu murid mengerti tentang sesuatu, tetapi dengan ngebut belajar hal itu tak mungkin dapat dilaksanakan karena bukannya para murid dapat segera mengerti malah bisa bingung-bingung sendiri muridnya dan justru memberikan beban mental yang berat sehingga para murid dapat mengalami stress bahkan bisa jadi mengalami stroke sebelum umur 20 tahun. Masalah kejujuran mereka juga perlu dipertanyakan. Mereka menulis di jurnal telah mengajarkan ini dan itu, memang benar mereka mengajarkan hal tersebut tetapi tidak secara kesuluruhan dan yang pasti murid-murid mayoritas tak akan mengerti apa yang diajarkannya. Jadi kesimpulannya, guru-guru ini adalah makhluk munafik.

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

( bukan berarti gaji rendahan )

Guru memiliki sebutan (pen:embel-embel): PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Sebuah sebutan yang menurut saya merendahkan martabat guru, kalau boleh disebut tidak menghargai jasa guru.

Saya pernah mengajak teman guru yang ahli bahasa Indonesia untuk berdiskusi mengenai masalah ini.Menurut beliau:
Pahlawan = orang yang berjasa besar kepada bangsa dengan pengorbanan yang besar pula, bahkan rela berkorban nyawa.
Guru = orang yang pekerjaanya mendidik baik itu di rumah, di masyarakat maupun di sekolah.
Khusus untuk diskusi kali ini, yang dimaksud guru adalah pengajar di sekolah, baik sekolah negeri atau swasta.

Tanda jasa = sebuah tanda penghormatan atau penghargaan atas jasa seseorang yang dianggap sangat berarti.

Bila kita amati, maka guru di asosiasikan sebagai Pahlawan, tetapi yang sangat menyakitkan, divonis/disepakati/diumumkan bahwa ia tanpa tanda jasa….!

Bagi pihak penerima, dalam hal ini guru, “tanpa tanda jasa” bisa diartikan bahwa guru tidak mengharapkan atau meminta penghargaan dalam melaksanakan tugasnya. Ia ikhlas dan menerima mengajar dengan gaji yang tidak mencukupi kebutuhan hidup dalam sebulan.

Pemberi tanda jasa (masyarakat/pemerintah) akan mengartikan embel-embel ini bahwa sudah takdirnya: GURU TIDAK PERLU DIBERI TANDA JASA…!!! Akibatnya pemerintah dan masyarakat tidak merasa berkewajiban memberikan tanda jasa. Sungguh …

Hasilnya? kita lihat saja kehidupan guru sekarang ini. Ada yang sampai pensiun tidak bisa membeli rumah. Hampir semua guru membeli sepeda motor untuk pergi ke sekolah dengan kredit. Gaji yang diterima sering kali tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarga dalam sebulan. Akhirnya sang Guru harus mencari akal dan memutar otak untuk menambah penghasilan selain gaji.

Akibatnya, ada guru yang berprofesi ganda, pagi sebagai guru, sore sebagai tukang ojek, petani, berdagang, bahkan ada kepala sekolah yang bekerja sambilan sebagai tukang becak.

Kenapa? karena nasibnya kurang diperhatikan. Kesejahteraan hidupnya masih dalam mimpi. Fasilitas mengajar disekolahnya masih seperti zaman kolonial, kapur dan papan tulis. Buku-bukunya masih buku-buku zaman behaula.

Kalau boleh membandingkan ke masa penjajahan Belanda, gaji seorang guru saat itu satu bulannya bisa untuk membeli Sepeda Golden. Kalau ditaksir harganya sekarang setara harga sebuah sepeda motor bebek. Bahkan ada orang yang sinis, bahwa pemerintah sekarang perhatiannya terhadap dunia pendidikan ternyata lebih baik pemerintah kolonial Belanda.

Kalau mau perbandingan zaman sekarang, menurut teman yang pernah ke Malaysia, katanya gaji guru di sana 1 bulan cukup untuk di makan 3 bulan. Fasilitas pendidikan sudah canggih dan lengkap.

Lalu ada yang berkomentar sinis, Haiii bapak dan ibu Guru, jangan banyak menuntut, jangan banyak menyalahkan, kemampuan pemerintah dalam membiayai pendidikan cuma sampai di sini……..

Engkau salah, wahai tukang kritik. Ketahuilah, guru tidak sukan menuntut (makanya jarang guru ada demonstrasi), guru tidak suka menyalahkan (kecuali dalam ulangan di kelas).. Seharusnya kalian semua yang sadar:
Darimana engkau mampu membaca…? kalau tidak diajarkan guru
Darimana engaku bisa menulis blog ini…? kalau tidak diajarkan guru
Darimana para pejabat itu memperoleh kepintaran…? kalau bukan dari guru

Sekaranglah saatnya! wahai semua yang merasa pernah diajari oleh seorang guru: hargai mereka, perhatikan mereka, karena ilmu tidak akan bermanfaat jika seorang murid tidak menghargai guru.

Langkah pertama: HILANGKAN gelar/embel-embel merendahkan: GURU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. GANTILAH dengan gelar GURU PAHLAWAN BANGSA!

pidato presiden tentang bidang pendidikan

pidato presiden tentang bidang pendidikan

Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,
Hadirin yang saya muliakan,
Bidang pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, alokasi anggaran Departemen Pendidikan Nasional, merupakan alokasi anggaran tertinggi dibandingkan dengan departemen lainnya. Anggaran pendidikan telah meningkat hampir dua kali lipat dari Rp 78,5 triliun pada tahun 2005, menjadi Rp 154,2 triliun pada tahun 2008. Bahkan, alhamdulillah, untuk tahun anggaran 2009, di tengah-tengah krisis harga minyak dan pangan dunia yang berdampak pada perekono-mian kita, kita telah bisa memenuhi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.

Kenaikan anggaran tersebut, digunakan antara lain untuk melakukan rehabilitasi gedung sekolah dan membangun puluhan ribu kelas dan ribuan sekolah baru. Sejalan dengan semangat desentralisasi, pemerintah sejak tahun 2005 memberikan hibah dalam bentuk bantuan operasional langsung ke sekolah yang dikenal dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kita berharap, melalui program BOS ditambah dengan partisipasi pemerintah daerah, program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, dapat dilakukan secara efektif dengan biaya yang rendah dan terjangkau oleh masyarakat.

Saya menyadari pula, walaupun biaya sekolah telah diturunkan, masih ada keluarga Indonesia yang tidak mampu mengirimkan anaknya ke sekolah. Pemerintah mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan langsung tunai kepada keluarga miskin, dengan syarat anak-anak mereka tetap harus masuk sekolah. BLT bersyarat ini, dikenal juga sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah dilaksanakan di 73 kabupaten / kota. Ke depan, program ini, akan diperluas karena berpotensi memutus rantai kemiskinan antar generasi. Di samping PKH, pemerintah menyediakan beasiswa untuk lebih dari satu juta siswa SD / MI, lebih dari 600 ribu siswa SMP / MTs, 900 ribu siswa SMA/SMK/MA, dan lebih dari 200 ribu mahasiswa PT / PTA. Sebagian besar siswa dan mahasiswa tersebut, berasal dari keluarga tidak mampu.

Khusus untuk anak-anak kita yang berprestasi cemerlang, yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara dengan meraih medali emas dalam olimpiade berbagai cabang ilmu pengetahuan tingkat internasional, Pemerintah akan memberikan beasiswa, untuk menuntut ilmu di universitas manapun di seluruh dunia, sampai mencapai gelar doktor. Kita berharap di masa depan, akan ada putra-putri bangsa Indonesia yang berada di garis depan kemajuan ilmu dan teknologi dunia, bahkan kalau bisa meraih hadiah Nobel. Kita patut bersyukur, pada tahun 2007, kontingen Indonesia berhasil memperoleh 51 medali emas dari berbagai olimpiade sains internasional. Suatu prestasi yang cemerlang dan membanggakan.

Di sisi lain, pendidikan sangat bergantung pula pada kompetensi dan profesionalisme guru dan dosen. Pemerintah terus memperhatikan perbaikan kesejahteraan dan kualitas kompetensi guru, antara lain dengan menaikkan penghasilan mereka. Pada tahun 2004 penghasilan yang diterima guru golongan terendah masih Rp 842,6 ribu per bulan, pada tahun 2008 telah mencapai Rp1,854 juta, atau naik lebih dari dua kali lipat. Langkah lain, kita lakukan dengan meningkatkan kualitas guru dan dosen melalui program peningkatan kualifikasi akademik S1 dan D4 bagi guru, dan pendidikan S2 dan S3 bagi dosen.

Dengan dipenuhinya amanat konstitusi untuk alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN ini, maka lebih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita di semua aspek. Ini termasuk gedung sekolah, perpustakaan dan laboratorium sekolah, bea siswa, kompetensi dan kesejahteraan guru, dan sebagainya. Ini semua adalah investasi kita, untuk meningkatkan daya saing bangsa, demi masa depan bangsa yang gemilang.

Buku Mahal akibat Kolusi

Depdiknas Tidak Bisa Menindak

JAKARTA, KOMPAS - Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, mahalnya harga buku pelajaran, antara lain, disebabkan adanya kolusi antara penerbit dan oknum pihak sekolah serta tawaran komisi yang diberikan kepada sekolah. Peristiwa ini selalu terjadi hampir setiap tahun.

Persoalan lain yang dihadapi dunia pendidikan adalah tidak semua buku teks telah memenuhi persyaratan kelayakan tetapi sudah dijual kepada murid lewat sekolah maupun koperasi sekolah.

”Selain itu, buku teks yang ditetapkan sekolah selalu berganti setiap tahun,” kata Bambang Sudibyo pada lokakarya ”Menata Kembali Distribusi Buku Indonesia dan Membangun 1.000 Toko Buku Mobil di Kabupaten/Kota” yang berlangsung di Jakarta, Kamis (24/7).

Soal kolusi penerbit dengan sekolah, menurut Bambang, pihaknya tak bisa menindak langsung karena sekarang sudah otonomi daerah. Yang bisa menindak adalah wali kota, bupati, kepala dinas, atau gubernur.

”Tetapi, jika menemukan kasus, silakan laporkan kepada saya. Nanti saya akan meminta bupati, wali kota, atau gubernur untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Tentang dana komisi, menurut Mendiknas, lebih baik digunakan sekolah untuk mendorong peningkatan minat baca siswa.

Adapun untuk memenuhi standar buku pelajaran bermutu, Depdiknas mendukung penilaian buku teks pelajaran yang dilakukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Toko buku terpukul

Fenomena penerbit yang langsung mendatangi sekolah, menurut Ketua Pusat Buku Indonesia Firdaus Umar, mengakibatkan usaha toko buku terpukul. ”Gabungan Toko Buku Indonesia mencatat, jumlah toko buku pernah turun drastis, dari 3.000 menjadi hanya 400,” ujarnya.

Secara terpisah, ratusan orangtua murid, siswa, dan aktivis lembaga swadaya masyarakat, Kamis siang, berunjuk rasa ke Kantor Depdiknas di Jakarta guna memprotes mahalnya harga buku pelajaran.

Suparman, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia, mengatakan, memang ada oknum kepala sekolah dan guru yang tertarik dengan tawaran penerbit untuk memakai buku tertentu karena ada tawaran komisi. ”Namun, ini tidak terlepas dari kesalahan pemerintah yang kurang memerhatikan kesejahteraan guru serta tidak menyediakan buku gratis untuk siswa” ujarnya.

Di Makassar, sejumlah orangtua siswa berunjuk rasa ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Karena takut dituding berbisnis buku, sekolah akhirnya tidak mau menjual buku dan akibatnya murid-murid kebingungan.

Selamat menikmati…….

more about “GndmWng 15 [1\2] Eng Dub“, posted with vodpod

ROMUSHA DAN JUGUN IANFU

Rakyat kelaparan dan dipaksa bekerja

Rakyat kelaparan dan dipaksa bekerja

PM Jepang Junichiro Koizami menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas kekejaman balatentaranya pada Perang Dunia II (1942-1945) yang mengakibatkan penderitaan rakyat di kawasan Asia. Permintaan maaf tersebut disampaikan saat bertemu Presiden RRC Hu Jintao di sela-sela KTT Asean 2005 di Jakarta.
Tampaknya, permintaan maaf itu tidak hanya ditujukan pada Cina dan Korea Selatan, tapi juga negara Asia termasuk Indonesia yang diduduki Jepang saat PD II. Akibat penjajahan Jepang selama tiga setengah tahun rakyat Indonesia mengalami penderitaan luar biasa.
Hubungan Jepang dengan Cina dan Korsel akhir-akhir ini memburuk. Pasalnya Jepang dianggap tidak jujur dengan menghilangkan kekejamaan militernya pada mata pelajaran di sekolah-sekolah saat menduduki kedua negara itu.
Demo-demo anti Jepang pun marak di kedua negara. Sejauh ini Korea Utara tidak mengajukan protes. Padahal ketika Jepang berkuasa di semenanjung Korea, kedua Korea (Utara dan Selatan) masih bersatu. Mereka baru terpisah setelah Perang Korea awal 1950-an.
Pada awal PD II Belanda dan sekutu-sekutunya tidak mampu menahan Blitzkrieg atau perang kilat Jepang yang prajuritnya bersemangat sangat tinggi. Dalam waktu tiga bulan, Inggris di Malaysia dan Birma (kini Myanmar), AS di Filipina, dan Belanda di Indonesia, bertekuk lutut pada Dai Nippon. Di Indonesia Jepang mendarat di Banten 5 Maret 1942 dan Belanda hanya dalam waktu singkat menyerah tanpa syarat. Kedatangan Jepang di Indonesia mula-mula dielu-elukan karena mereka berjanji akan membebaskan dan memberi kemerdekaan. Jepang menyebutkan dirinya sebagai ’saudara tua’. Waktu itu tinggi badan orang Jepang lebih pendek dari kebanyakan orang Indonesia, sehingga mereka disebut bangsa kate.
Hanya di awal pendudukan, Jepang bersikap baik. Setelah itu mereka sangat kejam. Makanan, pakaian, barang, dan obat-obatan menghilang dari pasaran. Karena sulit pakaian, banyak rakyat memakai celana terbuat dari karung goni. Sedangkan wanita menggunakan kain dari karet yang panas menempel di tubuh. Hanya orang berada yang memiliki baju seadanya. Yang paling menyedihkan, rakyat sulit mendapat obat-obatan. Termasuk di rumah-rumah sakit. Mereka yang menderita koreng dan jumlahnya banyak sekali, sulit mendapatkan salep. Terpaksa uang gobengan di gecek dan ditemplok ke tempat yang sakit sebagai ganti perban.
Sepeda kala itu bannya terbuat dari karet, atau ‘ban mati’. Di sekolah-sekolah buku tulis terbuat dari kertas merang. Potlot dari arang, hingga sulit sekali menulis. Masa itu, banyak orang berebut makanan bekas di bak-bak sampah. Bila ada mayat di jalan tidak lagi mengagetkan. Jepang mengajarkan rakyat makan bekicot yang oleh orang Betawi disebut ‘kiong racun’. Radio yang hanya dimiliki beberapa gelintir orang disegel. Hanya boleh mendengarkan siaran pemerintah Dai Nippon. Ketahuan menyetel siaran luar negeri dapat hukuman berat. Orang akan bergidik bila mendengar Kempetai atau polisi militer Jepang.
Pada malam hari seringkali terdengar sirene kuso keho sebagai pertanda bahaya serangan udara dari tentara sekutu. Rakyatpun setelah memadamkan lampu cepat-cepat pergi ke tempat perlindungan. Di halaman rumah-rumah kala itu digali lobang untuk empat atau lima orang bila terdengar sirene bahaya udara.
Kekejeman Jepang itu pernah difilmkan dengan judul Romusha, istilah Jepang yang berarti pekerja paksa. Film produksi 1972 yang telah lolos sensor itu tidak beredar karena ditahan oleh Deppen. Alasannya, mengganggu hubungan Indonesia-Jepang. Pada masa Orba, kebijakan pemerintah sulit dilawan. Meskipun ada sedikit protes dari pihak perfilman, tapi Deppen yang mendapat perintah dari ‘atasan’ tidak meladeninya. Konon, larangan film tersebut, seperti dituturkan produsernya Julies Rofi’ie, atas tekanan pemerintah Jepang.
Ratusan ribu tenaga kerja romusha dikerahkan dari pulau Jawa ke luar Jawa, bahkan ke luar wilayah Indonesia. Mereka diperlakukan tidak manusiawi sehingga banyak yang menolak jadi romusha. Dan, Jepang pun menggunakan cara paksa: setiap kepala daerah harus menginventarisasikan jumlah penduduk usia kerja, setelah mereka dipaksa jadi romusha. Ribuan romusha dikerahkan ke medan pertempuran Jepang di Irian, Sulawesi, Maluku, Malaysia, Thailand, Burma dan beberapa negara lainnya. Banyak kisah-kisah sedih yang mereka alami di hutan belukar, hidup dalam serba kekurangan dan di tengah ancaman bayonet. Sampai kini masih banyak eks romusha korban PD II mengajukan klaim agar Jepang membayar konpensasi gaji mereka yang tidak dibayar selama jadi romusha.

Ianfu kekejaman terhadap wanita
Di samping romusha, yang juga menderita adalah para wanita Indonesia yang jadi
fujingkau atau iugun yanfu alias — perempuan pemuas seks tentara Jepang.
Nasib mereka difilmkan pada 1983 dengan sutradara Sjuman Djaya. Fatima (Jenny Rachman) merelakan dirinya sebagai pengganti putrinya yang hendak diperkosa serdadu Jepang. Bersama ratusan wanita lainnya, Fatima kemudian dikirim ke Malaysia sebagai pemuas nafsu serdadu yang kesepian. Berlainan dengan Romusha, film Budak Nafsu itu diperbolehkan beredar.
Seperti juga eks romusha, mereka yang pernah menjadi fujingkau atau iugun yanfu juga telah menuntut ganti rugi pada pemerintah Jepang atas penderitaan yang luar biasa, yang mereka alami selama PD II. Tapi, kalaupun sekarang mereka masih hidup, rata-rata usianya di atas 80 tahun.

Peperangan melawan penjajah di Soeroboyo

Peperangan melawan penjajah di Soeroboyo

Peristiwa 10 November 1945 atau dikenal sebagai “Battle of Surabaya” merupakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia melawat Sekutu yakni Inggris dan Belanda. Lalu berpihak dimana Amerika?? Tidak terbantahkan lagi bahwa Inggris dan Belanda termasuk Australia (kelak berperan dalam agresi I dan II) adalah sekutu setia Amerika.
Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang.
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki.
Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya.NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.
Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.
Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.
Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.
Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.
Namun di luar dugaan, ternyata perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Rakyat indonesia melawan sekutu sekutunya

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan. (wiki)

Peristiwa 10 November - Pertempuran Surabaya / Battle of Surabaya
Bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia

Indonesia melawan Britania Raya - Belanda
Tanggal 27 Oktober - 20 November, 1945
Lokasi Surabaya, Indonesia

Profil : Proklamator RI

Tokoh Nasionalis RI

Tokoh Nasionalis RI

Nama:
Ir. Soekarno
Nama Panggilan:
Bung Karno
Nama Kecil:
Kusno.
Lahir:
Blitar, Jatim, 6 Juni 1901
Meninggal:
Jakarta, 21 Juni 1970
Makam:
Blitar, Jawa Timur
Gelar (Pahlawan):
Proklamator
Jabatan:
Presiden RI Pertama (1945-1966)

Bapak Proklamator RI

Bapak Proklamator RI

Nama:
Dr Mohammad Hatta
(Bung Hatta)
Lahir:
Bukittinggi, 12 Agustus 1902
Wafat:
Jakarta, 14 Maret 1980
Istri:
Rahmi Rachim (alm)
Anak:
Meutia Farida
Gemala
Halida Nuriah
Gelar Pahlawan:
Pahlawan Proklamator RI tahun 1986

Pendidikan:
Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi, 1916
Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang, 1919
Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang) di Jakarta, 1921
Nederland Handelshogeschool di Rotterdam, Belanda (dengan gelar Drs), 1932

Kegiatan:
Bendahara Jong Sumatranen Bond, di Padang, 1916-1919
Bendahara Jong Sumatranen Bond, di Jakarta, 1920-1921
Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda, 1925-1930
Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, di Berlin, 1927-1931
Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru), 1934-1935
Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang, April 1942
Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan, Mei 1945
Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, 7 Agustus 1945
Proklamator Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945
Wakil Presiden RI pertama, 18 Agustus 1945
Wapres merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan, Januari 1948-Desember 1949
Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari ratu Juliana, 1949
Wapres merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet RIS, Desember 1949-Agustus 1950
Mengundurkan diri dari jabatan Wapres, 1 Desember 1956
Dosen di Sesko AD, Bandung, 1951-1961
Dosen di UGM, Yogyakarta, 1954-1959
Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi, 1969
Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila, 1975

Terkadang seseorang sering mengalami penurunan daya ingat. Apalagi jika orang itu dibentengi oleh kegiatan yang sangat padat. Kelelahan seseorang di tengah aktifitasnya ternyata dapat mempengaruhi kinerja daya otak. Oleh karena itu banyak orang yang berusaha untuk mengoptimalkan kinerja otak mereka dengan berolahraga ataupun mengkonsumsi berbagai multivitamin yang dapat membantu meningkatkan daya ingat.

Ada 3 hal yang mempengaruhi daya ingat seseorang, antara lain :

1. Pengaruh Fisik

- Olahraga secara teratur, dapat meningkatkan daya ingat, kreatifitas dan mood seseorang, karena sel otak bisa terangsang untuk terus tumbuh dan berkembang. Selain itu, olahraga juga bisa melancarkan aliran darah ke otak yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak

- Pada pertemuan Society For Neuroscience di Montreal dibuktikan bahwa orang yang melakukan jogging secara rutin mampu belajar, bekerja dan mengingat lebih baik daripada orang yang tidak melakukan jogging.

- Bagi yang tidak menyukai olahraga atau tidak memiliki waktu yang banyak, sempatkan saja berjalan kaki selama 20 – 30 menit untuk membantu meningkatkan kemampuan otak.

- Teknik relaksasi dapat membantu meningkatkan kinerja daya otak seperti yoga dan meditasi.

- Tidur malam yang cukup juga akan membuat ingatan cukup kuat.

2. Pengaruh Musik

- The Mozart Effect merupakan hasil penelitian mengenai karya musik yang dikomposisikan oleh WOLFGANG AMADEUS MOZART. Penelitian tersebut menyatakan bahwa komposisi musik dari komponis asal Austria ini mampu meningkatkan kinerja otak karena musik klasik memiliki irama yang variatif sehingga cenderung memancing otak untuk bereaksi.

- Penelitian yang dilakukan McGill University di Montreal membuktikan bagaimana rhytim, melody dan harmony dapat meningkatkan daya ingat.

- Lalu bagaimana dengan musik rock, pop atau hip hop? Asalkan iramanya menghentak, bervariasi dan membuat semangat, ternyata juga bisa memicu kerja otak.

3. Pengaruh Nutrisi Makanan

- Ikan sangat baik di konsumsi, karena selain mengandung protein, juga kaya akan omega 3. Zat omega 3 berfungsi untuk mempertahankan kesehatan otak dan mengatur aktifitas neurotransmitter ( pengantar rangsangan otak )

- Telur mengandung zat kaolin, zat besi, protein, magnesium serta zinc yang kesemuanya berfungsi untuk meningkatkan daya ingat.

- Vitamin B kompleks juga berpengaruh terhadap daya ingat. Sumber vitamin B kompleks terdapat kacang – kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai dan buncis

- Hindari rokok dan alkohol karena bisa menurunkan daya ingat

- Kesulitan menghafal? Coba saja membaca buku sambil mengunyah permen karet, karena rahang bawah mulut yang terus bergerak akan ikut mempengaruhi reaksi otak sehingga memicu kinerja otak lebih cepat, dengan demikian memori otak dapat mengakses informasi dengan baik.

Zurich (Swiss) - Mengapa harus menggunakan semikonduktor dengan cairan pada permukaannya jika anda bisa menggunakan air di dalamnya? IBM percaya kalau konsep “sungai kecil” di antara susunan chip bukan hanya mengembangkan hukum Moore, tetapi juga bergerak menuju “pusat data hijau”, yaitu dengan mengurangi penggunaan energi yang dibutuhkan oleh komputer.

Para peneliti IBM di Zurich dan Institut Fraunhofer di Berlin, Jerman, telah menelurkan sebuah ide menarik untuk mendinginkan chip komputer sambil memanfaatkan panas yang dihasilkan aplikasi lainnya. Daripada mengaplikasikan teknologi pendingin belakang yang tradisional, IBM berpikir kalau mengalirkan air di antara susunan silikon tersebut jauh lebih baik.

Penumpukan silikon telah didiskusikan sebagai teknologi mendatang untuk menjadikan semikonduktor yang lebih efisien. Para insinyur IBM juga berpikir kalau lebih baik menumpuk chip daripada menempatkannya bersebelahan satu sama lain karena teknik ini bisa menghemat tempat sekaligus meningkatkan kecepatan koneksi antar chip yang berbeda. Selain itu, struktur yang demikian bisa mengurangi panas dalam jumlah besar, di mana hal tersebut bisa dijelaskan oleh jarak yang dekat antara satu unit dan unit lainnya.

Menurut IBM, susunan yang demikian atau chip 3D bisa memiliki “hampir 1 kilowatt pengurangan panas atau 10x lebih hebat daripada panas yang dihasilkan oleh piringan panas dalam area seluas 4 cm persegi dan ketebalan sekitar 1 mm.”

Para insinyur IBM menemukan kalau dengan menumpuk chip-chip satu sama lain bisa meningkatkan kecepatan prosesor untuk memproses data. Menurut ketua proyek di laboratorium IBM di Zurich, Thomas Brunschwiller, dalam proses untuk menggali potensi penumpukan chip 3D yang berkinerja tinggi, mereka membutuhkan pendingin di antara setiap lapis. Thomas berkata kalau sampai sekarang, belum ada seorang pun yang bisa mendemonstrasikan solusi untuk masalah ini.

Walaupun begitu, IBM percaya kalau mereka telah menemukan solusi yang memungkinkan untuk mendinginkan chip 3D. Thomas dan timnya mengalirkan air melalui pipa setipis rambut manusia (50 micron) di antara lapisan chip untuk menghilangkan panas secara efisien langsung dari pusatnya. Kinerja sistem pendingin diperkirakan sekitar 180 watt per cm² per lapisan untuk tumpukan dengan tipikal area 4 cm².

Menurut IBM, setiap lapisan pendingan berukuran hanya 100 micron untuk tingginya dan memiliki 10.000 penghubung vertikal. Rumitnya sistem ini menjadi jelas jika anda berpikir tentang fakta kalau air tidak bisa melakukan kontak langsung dengan sirkuit.

Para ahli sendiri menekankan kalua struktur tersebut sama rumitnya dengan “otak manusia”, di mana jutaan saraf dan neuron untuk transmisi sinyal tercampur namun tidak mengganggu dengan puluhan ribu pembuluh darah untuk mendinginkan dan menyediakan energi, semuanya dalam volume yang sama.

Masuk Sekolah Baru …

Ada perubahan mendasar kebijakan pemerintah saat ini dalam pembiayaan lembaga pendidikan negeri. Perubahan pengalokasian dana yang signifikan tertuang dalam kebijakan tersebut, mulai dari prosesi penerimaan siswa baru sampai penyediaan dana untuk peningkatan sarpras di sekolah-sekolah negeri.

Kebutuhan akan sarana fisik penunjang KBM disediakan demi terlaksananya amanat Undang-undang dan tuntutan peningkatan layanan terhadap peserta didik yang notabene merupakan tunas-tunas bangsa yang kelak akan mengelola republik ini.

Tapi ironisnya masih saja di sekitar kita ada sekelompok masyarakat yang tidak dapat masuk ke dalam sistem pendidikan hanya karena mereka tidak lolos seleksi dan bahkan ada yang terang-terangan melakukan seleksi ekonomi. Apakah jangkauan kebijakan pemerintah tidak menyentuh lembaga-lembaga pendidikan seperti ini? atau lembaga-lembaga ini tidak tahu bahwa pemerintah sudah menyediakan dana untuk operasional sekolahnya (negeri)? Atau dana dari pemerintah dianggap masih kurang? Atau dana yang dialokasikan sengaja “disimpangkan” untuk kepentingan selain pendidikan ?

Kalau proses prekrutannya saja sudah diwarnai oleh berbagai ketidakjelasan dan penyimpangan, bagaimana proses KBM-nya ? dan bagaimana hasilnya kelak ?

Ironis memang, kalau dana yang digelontorkan oleh pemerintah untuk kepentingan pendidikan yang luas hanya dinikmati oleh segelintir anak bangsa saja.

Ketika seorang anak bangsa ikhlas masuk ke dalam sistem pendidikan yang dirancang dan selalu diperbarui oleh para pakar serta dilaksanakan dengan ikhlas pula oleh para tenaga pendidik seyogyanya tidak dipersulit prosesnya oleh siapapun, karena kelak merekalah yang akan memikul tanggungjawab keberlangsungan bangsa dan negara ini.

Sudah saatnya kita menyadari dengan sesadar-sadarnya bahwa kita semua memiliki masa yang dibatasi oleh usia, fana, dan suatu saat peran kita akan digantikan oleh mereka… maka mudahkanlah mereka melangkah ke sekolah barunya.

Mojokerto-MOS (Masa Orientasi Siswa) bukan ajang balas dendam. Kegiatan awal tahun pembelajaran ini merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memberi bekal kepada siswa baru agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.

“Jadi, MOS bukan arena perploncoan, apalagi kekerasan bermotif balas dendam,” tegas Mulyoto dalam rapat koordinasi panitia MOS di Aula SMKN 1 Pungging-Mojokerto Kamis (10/7). Menurut Ketua MOS ini, paradigma yang kita gunakan adalah paradigma kasih sayang. Apa pun yang kita rancang, apa pun kegiatan yang kita gelar dalam MOS, semuanya harus bersifat mendidik, sebagai refleksi kasih sayang senior terhadap yunior.

Itulah sebabnya, dia mewanti-wanti agar para senior tidak over acting. “Setiap tindakan harus direncanakan, dikoordinasikan secara detil dan matang,” tegasnya.

MOS SMK Negeri 1 Pungging memang agak berbeda dengan MOS sekolah lain. Dari sisi waktu, di sini lebih lama, selama 2 minggu penuh. Selama seminggu dipergunakan untuk kegiatan ceramah, diskusi, permainan, dan out bond. Seminggu berikutnya khusus untuk kegiatan PBB.

Penekanannya adalah pembentukan kedisiplinan dan penggemblengan fisik. “Sebagai sekolah teknik, SMK Negeri 1 Pungging memang berusaha mencetak siswa yang utuh. tidak saja cerdas, tapi juga kuat fisik dan mentalnya, dan terutama memiliki disiplin yang tinggi,” kata Kapala Sekolah Drs. KH Syihabul Irfan Arief, M.Pd.

Pernakah Anda sebagai guru ketika tidak di kelas atau saat jalan-jalan untuk acara pribadi kemudian tiba-tiba rindu kepada murid? Jika pernah, berarti benih cinta kepada murid telah merasuk ke dalam jalur darah Anda. Banyak guru yang mengajar hanya sekadarnya, tanpa cinta, tanpa hati, dan tanpa peduli. Yang terpenting masuk kelas, jam selesai, keluar kelas, dan selala satu semester mengeluarkan nilai karena tuntutan sekolah.

Cobalah mengajar dengan cinta, meski susah mencobanya, niscaya kita akan tenang, damai, dan nikmat. Berikut tips mengajar dengan cinta.

1. Siapkan menu
Ibarat seorang ibu yang menyiapkan makan malam untuk acara keluarga, menu sajian pastilah disiapkan dengan baik agar memberikan kepuasan kepada penikmat masakan tersebut. Begitu pula, guru yang akan memunculkan benih cinta, siapkanlah menu pembelajaran dengan baik agar dapat dinikmati murid dengan baik pula.

2. Hargai Siswa
Anak adalah anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Hargai anak sebagaimana mereka adalah sosok anak. Bawalah dunia Anda ke dunia mereka. Tiap ucapan anak adalah emas jadi perlu direspon dengan emas pula.

3. Tersenyumlah
Jika anda tersenyum dengan murid, dia akan memberikan cinta 100 kalinya sebagai pembalasan senyum itu. Kemudian, senyum guru akan disimpan dalam memori anak yang paling dalam. Memori itu pada akhirnya dapat melejitkan potensi diri anak itu sendiri. Senyum adalah multivitamin yang mampu neggairahkan kejiwaan anak.

4. Jadilah Aktor
Ketika di kelas, jadilah aktor yang mampu menawan murid. Gunakan tangan, hentakan kaki, lirikan, mimik, intonasi suara secara terpadu. Aktor yang baik akan mampu membenamkan kepedulian penontonnya untuk terus terkesima sambil memahami maknanya.

5. Bersahabatlah dengan Mereka
Cinta bukan paksaan. Ia lahir dari perasaan, kehadirannya tidak diundang, perginya tiada yang merelakan.Persahabatan biasanya berakhir dengan percintaan tetapi percintaan tidak pernah berakhir dengan persahabatan. Bersahabatlah dengan siswa secara tulus. Sepanjang hidsupnya, siswa akan selalu tulus kepada sahabat gurunya.

Itulah, lima tips dasar bagi guru yang mengajar dengan cinta. Cinta bukan mengajar kita lemah tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar menghinakan diri tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat tetapi membangkitkan semangat. Kadangkala kita menyadari betapa dalamnya kita menyintai seseorang, di saat kita sedang kehilangannya. Dan kadangkala kita juga menyedari betapa perlunya cinta seseorang terhadap kita, di saat kita amat memerlukannya

Wajah - wajah Baru ….

wajah baru

wajah baru

wajah yang polos dan baru

wajah yang polos dan baru

WAJAH SEKOLAH KU…….

SISWA MANDI
SISWA MANDI : Menyiasati Anak agar mau untuk mandi Pagi sebelum berangkat ke sekolah ini sangat perlu untuk orang tua yang sulit sekali menghadapi anak untuk selalu mandi Pagi agar tetap segar dan sehat itu pun melatih anak menjadi Mandiri ( mandi sendiri )

Tahukah anda bahwa banyak guru memiliki kebiasaan jelek ketika sedang berdiri di depan kelas (ketika bercerita di depan anak-anak)?

Kebiasaan apa misalnya?

Pernahkan anda melihat guru yang terus menerus menggosok-gosokkan ke dua telapak tangannya ketika ia di depan kelas? Atau guru yang berkali-kali menggaruk-garuk kepalanya padahal tidak ada kutu dalam ram­butnya? atau guru perempuan yang berkali-kali memegang kalungnya sambil memainkan jari-jarinya di sana? atau seorang guru laki-laki yang setiap menit memegang hidungnya atau menarik celana- nya ke atas? Ini adalah tanda-tanda bahwa guru tsb. sedang tegang atau nervous. Bagai­mana menolong mereka meng­hi­langkan kebiasaan- kebia­saannya yang jelek tsb.?

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menolongnya:

Pertama, harus ditegur. Sebagai teman sepelayanan anda perlu mene­gurnya dengan lemah lembut. Kadang ia sendiri tidak sadar bahwa ia mem­punyai kebiasaan jelek tsb.

Kedua, bersama-sama mencari tahu apa yang menyebabkan ke­biasaannya tsb. Misalnya, jika ke­biasaan itu disebabkan karena te­gang/takut; karena belum mem­per­siapkan pelajaran yang harus dia­jarkan, maka cara pen­yem­buh­annnya mudah, jangan biar­kan dia bercerita/mengajar di de­pan kelas bila ia tidak siap. Tapi bisa juga karena sebab lain.

Ketiga, jika kebiasaan itu sudah menjadi penyakit yang menganggu di kelas, maka anda perlu men­dis­kusikan dengan dia untuk mencari cara bagaimana menghentikan ke­biasaan tsb. (bila perlu harus dengan pertolongan anda).

Misalnya:

1. Jika kebiasaan tsb. ada hubungannya dengan suara (selalu mengawali setiap kalimatnya dengan, “e…e…”), maka mungkin anda perlu merekamnya dan minta dia untuk mendengarkan suaranya sendiri.

2. Jika kebiasaan tsb. ada hubungannya dengan tangannya, maka cara terbaik adalah dengan meminta dia untuk memegang Alkitab dengan kedua belah tangannya ketika ia ada di depan kelas, sehingga tidak ada kesempatan bagi tangannya untuk melakukan hal-hal lain.

3. Jika kebiasaan tsb. ada hubungannya dengan kakinya (ber­jalan mondar mandir tanpa tujuan) maka taruhlah meja kecil dimana ia harus berdiri di depan kelas. Mintalah dia untuk tidak menjauhkan diri dari meja tsb. sebelum pelajaran selesai.

Selamat mencoba!

“Tuntutlah Ilmu walau sampai kenegeri Cina sekalipun”

kita ketahui bersama bahwa manusia adalah mahkluk ciptaan Allah AzzaWa Jalla yang paling sempurna diantara mahkluk -mahkluk ciptaan-Nya

yang membedakan manusia lebih sempurna adalah kelebihan -kelebihan yang salah satunya adalah manusia memiliki nakal dan pikiran ,tetapi memiliki akal dan pikiran belum berarti baik meniti jalan hidupnya didunia yang fannah ini dan keselamatan umat manusia di akhir jaman yang abadi ,akal hanyalah yang akan memandu kita sesuai dengan kwalitas dan keluasan dalam mencari ilmu yang dapat memandunya.

semua tinggal memandunya dengan ilmu yang diraih dengan setinggi-tingginya serta dapat membedakan tinggi luasnya dalam berfikir dan bertindak, semakin tinggi dan luas pula  alampikir kita semakin  menentukan derajat kita .

JIWA YANG KSATRIA BERANI MEMBELA YANG LEMAH….

PERCAYA DIRI, PENUH SEMANGAT CINTA TANAH AIRNYA….

SAYANG TERHADAP TEMAN …..

SAMA DENGAN ANAK SDN BAKTIJAYA 01…

“AAH…..MASA IYAAAAAAAAAAAAA……………………………………………

AH MASA IYAAA

Sosok siapa kah …? kamu TEBAK …

TEBAK SIPAKAH LUV NARUTO.....

Yang membuat anak patuh anak terhadap gurunya adalah bila mana guru tersebut mengerti apa yang di ingini siswa lebih bisa membuat anak tersebut dipaksakan patuh, jangan sesekali anak dipaksakan untuk patuh  sadangkan  guru  tiada lain memberi contoh antara  sisi buruk sikap dan tingkah laku gurunya.

seperti anak diharapkan hadir lebih awal, sedangkan guru tidak lebih awal datang kesekolah.anak diwajibkan memakai seragam yang lengkap gurunya tidak, ini semua menjadikan siswa menilai baik buruknya tingkah laku gurunya.

guru dapat menilai kenapa siswa tidak ?……..

bersambung…………

Sudah banyak yang harus dipersiapkan seorang walikelas dalam menghadapi siswa yang bermasalah,namun banyak sekali yang harus dipertimbangkan. contohnya ada seorang siswa yang sangat tidak dapat menangkap tiap mata pelajaran, tetapi dalam hal mata pelajaran ilmu pasti saja, sedangkan matapelajaran seperti olah raga ia sangat menggemarinya sampai denga dalam mewakili sekolah ia memiliki prestasi yang sangat luar biasa, ini menandakan seorang walikelas harus sangatlah jeli dalam menilai anak tersebut. akan tetapi banyak pula seorang walikelas tidak menyadarinya, sehingga siswa tersebut mendapat kesulitan dalam memperoleh nilai yang sepatutnya ia peroleh dari hasil prestasinya yang membawa sekolah tersebut menjadi layaknya sekolah berprestasi dalam bidang olah raga.

menghadapi siswa yang jelas sekali tidak patut dinaik tingkatkan, dengan catatan bahwa sang siswa jarang hadir atau dengan kata lain malas kesekolah ditambah lagi sang siswa tersebut jarang mengerjakan tugas dari guru yang bersangkutan, sedangkan kalau sang siswa tidak akan dinaikan akankah orang tua dapat menerimanya?

Ada hal yang harus dimengerti orangtua siswa kalau saja anak tidak dapat dinaikan semua itu sudah menjadi pertimbangan seorang walikelas dengan guru-guru yang lainnya serta kepala sekolah.

aha

MAU KENALAN………..!

Dibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa banyak pikir. Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera. OK?

Ayo cari tahu, seberapa pintar anda… .

SIAP? GO!!! (GULUNG LAYAR)

PERTANYAAN PERTAMA:

Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~

Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua!

Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,
tapi jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK ?

PERTANYAAN KEDUA:
Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi…?
(gulung layar)

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~

Jawaban: Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI… Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?

Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, ‘ kan?

PERTANYAAN KETIGA:
Hitung-hitungan yang pelik! Catatan: kerjakan di pikiran anda saja.
JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator. Cobalah.

Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . !
Tambahkan 1000 lagi< U> . Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000
Sekarang tambahkan 10 . Berapa totalnya?

gulung layar…..

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~

Apakah hasilnya 5000 ?

Jawaban yang benar adalah 4100.

Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!
Hari apes, ‘ kan?
Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar…
….Mungkin.

PERTANYAAN KEEMPAT:

Ayah Mary punya lima anak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini,
4. Nono. Siapa nama anak kelima?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~

Apa anda menjawab Nunu?
BUKAN! Tentu saja bukan.
Anak kelima namanya Mary. Baca lagi pertanyaannya!

OKAY, SEKARANG RONDE BONUS:

SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi…
Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~

Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu…

KIRIM TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI ORANG-ORANG PINTAR YANG ANDA KENAL!


Dari sekian banyak orang tua merasa kebingungan dengan hasil dari Ujian Nasional diumumkan, anaknya akan dimasukan kesekolah mana,  namun banyak juga yang menjadi polemik di masyarakat bahwa masuk sekolah menengah Pertama, sekolah menengah Atas negeri pada negeri khususnya , dihadapinya sekarang adalah biaya yang tidak cukup sedikit, apalagi dengan kondisi yang sangat-sangat  susah bagi yang  penghasilan orang tua nya  pas-pasan dan pekerjaan yang tidak tetap.

TABLOID PENA

PENA

GALERI

TABLOID MASA KINI

Tim robot “Jump-Be” dari PENS-ITS Surabaya tampak diunggulkan dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2008 di kampus UI Depok, Jakarta, Sabtu, karena juara KRI Regional IV (Jatim-Indonesia Timur) itu tampil sempurna pada dua dari tiga putaran awal.

Tim ITS di Jakarta menyebutkan tim robot “Jump-Be” merupakan satu-satunya tim yang mampu mencetak “Govinda” (sempurna) di menit ke-29 pada putaran pertama dan kedua dalam KRI dan KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) 2008 yang dibuka Mendiknas.

Di putaran ketiga, tim Jump-Be gagal menciptakan Govinda dan hanya mampu mengalahkan tim Yamakure (UPN Veteran Jakarta) dengan skor 30 - 0, namun dua tim dari Region IV mampu membuat Govinda di putaran ketiga yakni tim POZTER MPX (Unhas Makassar) dan tim Rengganis (Unesa).

Bahkan, tim Koumori dari ITS sendiri juga gagal mencetak Govinda karena salah satu robot otomatisnya macet setelah lepas dari zona start, namun tim Koumori saat melawan tim tuan rumah (UI) yakni tim robot Rengousakusen mampu unggul dengan skor 33 - 6.

Tampaknya, hampir semua tim KRI tingkat nasional mengadopsi ide atau strategi yang telah diterapkan Tim Jump-Be dari PENS-ITS saat berlaga di tingkat Regional IV, diantaranya trik melakukan kolaborasi antara robot otomatis dan manual untuk mengambil “yellow butter” di tiang tertinggi guna menciptakan Govinda.

Sementara itu, pertandingan KRCI putaran I agaknya tim dari UNIKOM unggul dalam tiga divisi yaitu divisi expert Swam, divisi Berkaki, dan divisi Beroda, sehingga tim KRCI PENS-ITS Surabaya agaknya mendapatkan lawan yang cukup tangguh dari juara KRCI Region II.

Dalam sambutan pembukaan, Mendiknas Bambang Sudibyo meminta Dirjen Dikti untuk menggelar lebih banyak lagi kontes-kontes yang berbasis IT seperti KRI dan KRCI.

“Di Indonesia perlu lebih banyak lagi diadakan kontes-kontes yang berbasis IT dan menggali kreativitas karena potensinya cukup besar untuk bisa bersaing di dunia luar nantinya,” katanya.

Didampingi Dirjen Dikti Fasli Djalal, Mendiknas menegaskan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, pihaknya akan menyediakan dana block grant untuk Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

“Setiap tahun pemerintah selalu memasang target adanya pengakuan HAKI ke seluruh universitas dan institusi yang ada di Indonesia. Salah satunya, melalui kontes robotika seperti itu,” katanya.

Bagi setiap kontestan yang memenangkan pertandingan itu, Mendiknas berjanji akan memberikan fasilitas kepada peserta beserta dosen pembimbingnya untuk mendapatkan HAKI dari Dirjen HAKI Indonesia.

“Bagi pemenang kontestan yang menjadi juara akan mendapatkan hadiah dan beasiswa dari pemerintah, bahkan saya akan mengusulkan kepada presiden untuk memberikan Penghargaan Wirakarya bagi kontestan Indonesia yang mampu menyabet Juara I tingkat Internasional yang diadakan di India nanti,” katanya.

Bayangkan betapa menderitanya seorang anak jika ia tidak mampu untuk mengemukakan atau mengkomunikasikan segala keinginannya atau ia tidak mampu memusatkan perhatiannya untuk belajar. Kondisi ini akan membuat anak mengalami kesulitan di dalam kelas dan mungkin tertinggal dalam satu atau beberapa mata pelajaran tertentu. Tidak hanya anak yang merasa tertekan, orang tuanyapun mungkin akan merasakan kebingungan atas problematika yang dihadapi oleh sang anak.

Proses belajar merupakan suatu proses yang berkesinambungan dalam membentuk sumber daya manusia yang tangguh. Sejak bayi dilahirkan, ia sudah mulai dengan proses belajarnya yang pertama yaitu, belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dunia. Hal ini akan berjalan terus sampai anak masuk sekolah dan proses pembelajaran formal mulai diterapkan pada dirinya. Pada saat ini, seorang anak perlu dirangsang untuk mengembangkan rasa cinta akan belajar, kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik dan rasa diri sebagai pelajar yang sukses. Namun demikian, proses pembelajaran tidak selalu berjalan mulus hanya dengan faktor di atas.
Kesulitan/Gangguan belajar ( Learning Disorders ) merupakan suatu kesulitan/gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelengensi seorang anak dengan kemampuan akademik yang seharusnya sudah dapat dicapai oleh anak seusianya.

Hal ini merupakan masalah, baik di sekolah maupun di rumah. Oleh karena, gangguan /kesulitan belajar yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional/psikiatrik yang akan berdampak lebih buruk lagi bagi perkembangan kualitas hidup anak di kemudian hari. Dengan demikian kepekaan orang tua dan guru kelas sangatlah membantu dalam deteksi dini kesulitan belajar, sehingga anak dapat memperoleh penanganan sedini dan seoptimal mungkin dari tenaga professional sebelum semuanya menjadi terlambat.

BERAPA SERING ANGKA KEJADIAN KESULITAN BELAJAR ?

Pada tahun 1997, dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dikatakan bahwa 1,8 % dari anak usia sekolah mengalami kesulitan belajar, dengan kesulitan membaca sebagai kesulitan belajar utama. 20 % dari anak yang di diagnosis kesulitan belajar tersebut dikatakan mengalami defisit neurologis yang bervariasi dari ringan sampai berat sehingga membuat mereka
menjadi sulit untuk menulis dan membaca.
Di Indonesia pada tahun 1996 Pusbang Kurrandik ( Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan ) Balitbang Dikbud melakukan penelitian terhadap 4994 siswa sekolah dasar kelas I – VI di provinsi Jabar, Lampung, Kalbar dan Jatim, mendapatkan hasil bahwa 696 dari siswa SD( 13,94 % ) tersebut mengalami kesulitan belajar umum, dan 479 di antaranya mengalami kesulitan membaca ( disleksia ). Hal ini memberikan gambaran bahwa kesulitan belajar di kalangan siswa SD perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak, baik dari dunia pendidikan, medik, psikologik, orang tua dan pihak lainnya yang terkait, karena tahap sekolah dasar merupakan tahap preliminer dalam mencapai tahap pendidikan ke jenjang berikutnya.

APA TUJUAN DAN KEBUTUHAN PROSES BELAJAR ?

  1. Proses belajar pada anak mempunyai beberapa tujuan, diantaranya ialah ;
    Untuk dapat maju ke fase perkembangan selanjutnya

  2. Agar anak mempunyai keterampilan-keterampilan yang baru yang berguna bagi perkembangan dirinya

  3. Agar anak dapat mengerti peranan sosial yang harus dijalankannya, serta mampu mengerti peranan orang lain dalam konteks sosialnya.

Dengan demikian proses belajar merupakan suatu proses seumur hidup yang kompleks dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang seorang anak. Aspek perkembangan yang banyak berperan dalam dalam proses belajar ialah perkembangan kognitif.

Ada tiga faktor yang dibutuhkan dalam perkembangan kognitif /proses belajar yang optimal, yaitu :

1. Kematangan dan keutuhan dari struktur organ-organ seseorang, termasuk otak, alat persepsi,sistim motorik, serta faktor genetik.

2. Stimulasi atau rangsangan yang optimal dan berkesinambungan dari lingkungan. Sikap , respon dan dorongan dari orang tua sangatlah berpengaruh dalam proses belajar seorang anak. Sikap menghargai setiap rasa keingintahuan anak merupakan awal dan dasar yang kuat bagi proses belajar sang anak selanjutnya. Di lain pihak, sekolah yang merupakan tempat anak menempa ilmu secara formal juga ikut berperan. Bangunan fisik sekolah, guru, relasi guru dengan anak, dan relasi anak dengan teman sebayanya, serta kurikulum yang dijalankan sekolah juga merupakan hal yang krusial dalam tercapainya perkembangan kognitif yang optimal

3. Peran aktif anak yang bersangkutan untuk mengolah setiap asupan yang diterima dari lingkungannya. Dengan kata lain, motivasi dan minat belajar yang tinggi pada seorang anak akan mendorong dirinya menuju ke arah perkembangan kognitif yang baik.

Oleh karena itu, proses belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam diri anak saja, tetapi juga oleh faktor-faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, adanya gangguan atau hambatan pada ke tiga faktor di atas dapat menimbulkan berbagai jenis kesulitan belajar pada anak.

BERBAGAI JENIS GANGGUAN FISIK DAN PSIKIATRIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN TIMBULNYA KESULITAN BELAJAR PADA ANAK.

I. GANGGUAN FISIK

Gangguan dalam sistim saraf pusat/otak anak atau organ pendengaran atau organ penglihatan, misalnya oleh karena adanya infeksi baik langsung maupun tidak langsung pada otak, trauma pada otak, penyakit bawaan, gangguan konduksi listrik ( epilepsi ), gangguan metabolic sistemik, dll. Semua ini dapat yang menyebabkan timbulnya disfungsi otak minimal, yang mungkin bermanifestasi dalam berbagai bentuk gangguan psikiatrik, di antaranya ialah kesulitan belajar.

II. GANGGUAN PSIKIATRIK

o Retardasi Mental
Kondisi ini ditandai oleh tingkat kecerdasan anak yang berada di bawah rata-rata. Anak akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari sebagaimana anak seusianya, seperti mengurus dirinya sendiri, melakukan pekerjaan rumah atau berinteraksi dengan lingkungannya.
o Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas.
Ciri utama dari gangguan ini adalah kesulitan anak untuk memusatkan perhatian-nya yang timbul pada lebih dari satu situasi, misalnya di rumah, di sekolah dan di dalam kendaraan, dll, dapat disertai atau tidak disertai dengan hiperaktivitas. Gangguan ini disebabkan oleh adanya kelainan fungsi inhibisi perilaku dan kontrol diri. Anak tidak mampu untuk berkonsentrasi pada satu pekerjaan tertentu, dan merencanakan tujuan dari pekerjaan tersebut. Ia tidak mampu menyusun langkah-langkah dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia akan mengalami kesulitan dalam menyimak pelajaran yang diberikan gurunya, dan akhirnya ia tidak mengerti apa yang diterangkan oleh gurunya itu.
• Gangguan Tingkah Laku
Pada anak yang mengalami gangguan ini seringkali dikatakan sebagai anak nakal, sulit diatur, suka melawan, sering membolos dan berperilaku antisosial, dll. Anak dengan Gangguan Tingkah Laku ini seringkali mempunyai prestasi akademik di bawah taraf yang diperkirakan. Kesulitan belajar yang terjadi dikarenakan anak sering membolos, malas, motivasi belajar yang kurang, kurang disiplin, dll.
o Gangguan Depresi
Seorang anak yang mengalami Gangguan Depresi akan menunjukkan gejala-gejala seperti: Perasaan sedih yang berkepanjangan, Suka menyendiri ,Sering melamun di dalam kelas/di rumah ,Kurang nafsu makan atau makan berlebihan ,Sulit tidur atau tidur berlebihan , Merasa lelah, lesu atau kurang bertenaga ,Merasa rendah diri, Sulit konsentrasi dan sulit mengambil keputusan ,Merasa putus asa, Gairah belajar berkurang, Tidak ada inisiatif, hipo/hiperaktivitas
Anak dengan gejala-gejala depresi akan memperlihatkan kreativitas, inisiatif dan motivasi belajar yang menurun, dengan demikian akan menimbulkan kesulitan belajar sehingga membuat prestasi belajar anak menurun hari demi hari.

JENIS KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar bukanlah suatu diagnosis tunggal semata-mata, melainkan terdiri dari berbagai jenis gangguan dengan berbagai macam gejala, penyebab, pengobatan dan perjalanan penyakit. Tidak semua problem belajar merupakan suatu kesulitan belajar. Ada anak yang menunjukkan perkembangan suatu keahlian tertentu lebih lambat daripada anak lain seusianya dan sebaliknya, tetapi masih dalam batas kewajaran. Untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kesulitan belajar tertentu atau tidak digunakan pedoman yang diambil dari Diagnostic & Statistical Manual of Mental Disorders IV ( DSM - IV ).

Ada 2 kelompok besar kesulitan belajar, yaitu :

1. Gangguan Perkembangan Wicara & Berbahasa
Problem wicara & bahasa seringkali merupakan indikator awal adanya kesulitan belajar pada seorang anak. Gangguan berbahasa pada anak usia balita berupa keterlambatan komunikasi baik verbal ( berbicara ) maupun non-verbal. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila anak berusia 2 tahun belum dapat mengatakan kalimat 2 kata yang berarti, maka anak mengalami
keterlambatan perkembangan wicara-bahasa.
Anak dengan Gangguan Perkembangan Wicara & Bahasa dapat mengalami kesulitan
untuk ;
• Memproduksi suara huruf/kata tertentu
• Menggunakan bahasa verbal/tutur dalam berkomunikasi, tetapi
pemahaman bahasanya baik. Orang tua sering kali berkata “ anak saya
mengerti apa yang saya ucapkan, tetapi belum bias berbicara “.
• Memahami bahasa verbal yang dikemukakan oleh orang lain,
walaupun kemampuan pendengarannya baik. Anak hanya dapat meniru kata-kata
tanpa mengerti artinya ( membeo ).

2. Gangguan Kemampuan Akademik ( Academic Skills Disorders )
Ada 3 jenis Gangguan Kemampuan Akademik ;
o Gangguan Membaca
Membaca merupakan dasar utama untuk memperoleh kemampuan belajar di bidang
lainnya. Proses membaca ini merupakan suatu proses yang kompleks yang
melibatkan ke dua belahan otak. Persentasi dari Gangguan Membaca ini
dikatakan sebesar 2- 8 % dari anak usia sekolah. Anak yang mengalami
Gangguan Membaca menunjukkan adanya ;
i. Inakurasi dalam membaca, seperti ;
§ Membaca lambat, kata demi kata jika dibandingkan dengan anak seusianya, intonasi suara turun naik tidak teratur
§ Sering terbalik dalam mengenali huruf dan kata, misalnya antara kuda dengan daku, palu dengan lupa, huruf b dengan d, p dengan q, dll
§ Kacau terhadap kata yang hanya sedikit perbedaannya, misalnya bau dengan buah, batu dengan buta, rusa dengan lusa, dll
§ Sering mengulangi dan menebak kata-kata atau frasa
ii. Pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti anak tidak mengerti isi cerita/teks yang dibacanya.

o Gangguan Menulis Ekspresif
Kondis ini ditandai oleh ketidakmampuan anak untuk membuat suatu komposisi tulisan dalam bentuk teks, dan keadaan ini tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak seusianya. Gejala utamanya ialah adanya kesalahan dalam mengeja kata-kata, kesalahan tata bahasa, kesalahan tanda baca, paragraf dan tulisan tangan yang sangat buruk. Selain itu, mereka juga mengalami kemiskinan tema dalam karangannya.
Gangguan Berhitung
Gangguan Berhitung merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan aritmetika atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi akademikanya atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak. Gejala yang ditampilkan di antaranya ialah;
§ Kesulitan dalam mempelajari nama-nama angka
§ Kesulitan dalam mengikuti alur suatu hitungan
§ Kesulitan dengan pengertian konsep kombinasi dan separasi
§ Inakurasi dalam komputasi
§ Selalu membuat kesalahan hitungan yang sama
§ Dll

BAGAIMANA DETEKSI DINI KESULITAN BELAJAR ?

Tanda dari kesulitan belajar sangat bervariasi, tergantung dari usia anak pada saat itu. Sensitivitas atau kepekaan orang tua dan guru seringkali sangat membantu dalam deteksi dini. Orang tua atau guru yang melihat adanya kesenjangan yang konsisten antara kemampuan akademik anak dengan kemampuan rata-rata teman sekelasnya atau prestasi anak yang tidak kunjung meningkat walaupun pelajaran tambahan sudah diberikan, haruslah mulai berpikir apa yang sebenarnya terjadi dalam diri sang anak. Apalagi jika disertai oleh beberapa gejala di bawah ini ;.

*** Untuk anak pra-sekolah ;
§ Keterlambatan berbicara jika dibandingkan anak seusianya
§ Adanya kesulitan dalam pengucapan kata
§ Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim
§ Seringkali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu kalimat
§ Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka, huruf dan nama-nama hari dalam seminggu
§ Mengalami kesulitan dalam menghubung-hubungkan kata dalam suatu kalimat
§ Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya
§ Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya
§ Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu
§ Selalu menghindari permainan ‘puzzles’
§ Menghindari pelajaran menggambar atau prakarya tertentu seperti menggunting

*** Untuk anak usia sekolah

§ Mempunyai kemampuan daya ingat yang buruk
§ Selalu membuat kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan membaca, misalnya huruf b dibaca d, huruf m dibaca w, kesalahan transposisi yaitu kata roda dibaca dora
§ Lambat untuk mempelajari hubungan antara huruf dengan bunyi pengucapannya
§ Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam pelajaran matematika, misalnya tidak dapat membedakan antara tanda – dengan +, tanda + dengan x, dll
§ Sulit dalam mempelajari keterampilan baru, terutama yang membutuhkan kemampuan daya ingat yang baik
§ Sangat aktif, tidak mampu menyelesaikan satu tugas/kegiatan tertentu secara tuntas
§ Impulsif ( bertindak sebelum berpikir )
§ Sulit konsentrasi atau perhatiannya mudah teralih
§ Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di rumah
§ Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya
§ Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-harinya
§ Problem emosional seperti mengasingkan diri, pemurung, mudah tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya
§ Menolak bersekolah
§ Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas tertentu
§ Ketidakstabilan dalam menggenggam pensil/pen
§ Kesulitan dalam mempelajari pengertian tentang hari / waktu

Jika orang tua atau guru menemukan beberapa gejala di atas maka sebaiknya dilakukan evaluasi oleh tenaga profesional seperti, dokter anak atau psikiater anak atau tenaga profesional lainnya.

PEMERIKSAAN APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN ?

Pemeriksaan terhadap anak dengan kesulitan belajar sebaiknya dilakukan oleh suatu tim kerja terpadu yang meliputi berbagai disiplin ilmu, seperti ;
1. Dokter anak
2. Psikiater anak
3. Psikolog
4. Orthopaedagog
5. dll

Wawancara orang tua dan anak
o Riwayat kehamilan
o Riwayat perkembangan fisik dan mental anak
o Riwayat medik anak termasuk fungsi indera penglihatan dan pendengaran
o Riwayat keluarga dan ada tidaknya perubahan struktur keluarga
o Usia mulai timbulnya kesulitan belajar
o Ada tidaknya masalah kelurga yang dapat memicu timbulnya kesulitan belajar pada anak
o Apakah ada tanda-tanda pencenderaan pada anak, baik fisik, emosi atau seksual

Evaluasi anak oleh
o Dokter anak
Dokter anak merupakan dokter yang sering melakukan skrining awal adanya kesulitan belajar pada anak. Pemeriksaan fisik dan neurologi lengkap biasanya telah dilakukan, termasuk pemeriksaan mata, pendengaran atau kondisi medik lainnya bila diperlukan
o Psikiater anak
Melakukan pemeriksaan kondisi mental emosional anak. Evaluasi perasaan anak terhadap ketidakmampuan dalam memenuhi harapan sekolah atau orang tuanya.
Observasi bagaimana interaksi anak dengan lingkungannya, harapan dan cita-cita anak. Selain itu, melakukan analisa dan penyimpulan akan adanya gangguan psikiatrik lain yang menyertai kesulitan belajar
o Psikolog
Pemeriksaan oleh psikolog akan memberikan data mengenai sikap anak dalam menghadapi tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu juga memberikan masukan mengenai fungsi kecerdasan, bakat dan minat anak secara keseluruhan.
o Guru
Informasi mengenai pola perilaku dan prestasi akademik anak di sekolah, khususnya di dalam kelas merupakan informasi yang penting diketahui. Informasi ini tidak hanya penting dalam menegakkan diagnosis, tetapi juga dalam tindak lanjut dari penanganan yang akan dan telah diberikan kepada anak.

DAMPAK KESULITAN BELAJAR
Kesulitan belajar yang terjadi pada seorang anak tidak hanya berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak saja, tetapi juga berdampak dalam kehidupan keluarga dan juga dapat mempengaruhi interaksi anak dengan lingkungannya. Sistim keluarga dapat mengalami disharmoni oleh karena saling menyalahkan di antara ke dua orang tua. Orang tua merasa frustrasi, marah, kecewa, putus asa, merasa bersalah atau menolak, dengan kondisi ini justru membuat anak dengan kesulitan belajar merasa lebih terpojok lagi.
Anak dengan kesulitan belajar seringkali menuding dirinya sebagai anak yang bodoh, lambat, berbeda dan keterbelakang. Mereka menjadi tegang, malu, rendah diri dan berperilaku nakal, agresif, impulsif atau bahkan
menyendiri/menarik diri untuk menutupi kekurangan pada dirinya. Seringkali mereka tampak sulit berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, dan lebih mudah bagi mereka untuk bergaul dan bermain dengan anak-anak yang mempunyai usia lebih muda dari mereka. Hal ini menandakan terganggunya sistim harga diri anak. Kondisi ini merupakan sinyal bahwa anak membutuhkan pertolongan segera.

APAKAH KESULITAN BELAJAR DAPAT DIATASI ?

Walaupun gangguan yang terjadi pada sebagian otak sudah tidak dapat diperbaiki lagi, tetapi masih ada bagian otak lain yang masih dapat dirangsang untuk dapat berfungsi optimal. Oleh karena itu pemberian terapi haruslah sedini dan seoptimal mungkin, sehingga anak diharapkan dapat mengejar apa yang menjadi kekurangannya selama ini. Penanganan yang diberikan pada kasus anak dengan kesulitan belajar tergantung pada hasil pemeriksaan yang komprehensif dari tim kerja. Tim ini terdiri dari berbagai tenaga profesional ( sudah disebutkan di atas ) yang bekerja pada suatu klinik kesulitan belajar. Dengan demikian orang tua akan memperoleh pelayanan ‘one stop assessment’ yang mempermudah mereka dalam mencari pertolongan untuk anaknya.

Penanganan yang diberikan pada anak dengan kesulitan belajar meliputi ;
o Penatalaksanaan di bidang medis
o Penatalaksanaan di bidang pendidikan

A. Penatalaksanaan di bidang medis

  • Terapi obat
    Pengobatan yang diberikan adalah sesuai dengan gangguan fisik atau
    psikiatrik yang diderita oleh anak, misalnya ;
    § Berbagai kondisi depresi dapat diberikan obat gol. Antidepresan
    § GPPH diberikan obat gol. Psikostimulansia, misalnya Ritalin
    § Dll.

  • Terapi perilaku
    Terapi perilaku yang sering diberikan adalah modifikasi perilaku. Dalam hal ini anak akan mendapatkan penghargaan langsung jika ia dapat memenuhi suatu tugas atau tanggung jawab atau berperilaku positif tertentu. Di lain pihak, ia akan mendapatkan peringatan jika ia memperlihatkan perilaku negatif. Dengan adanya penghargaan dan peringatan langsung ini maka diharapkan anak dapat mengontrol perilaku negatif yang tidak dikehendaki, baik di sekolah atau di rumah.

  • Psikoterapi suportif
    Dapat diberikan kepada anak dan keluarganya. Tujuannya ialah untuk memberi pengertian dan pemahaman mengenai kesulitan yang ada, sehingga dapat menimbulkan motivasi yang konsisten dalam usaha untuk memerangi kesulitan ini.

  • Pendekatan psikososial lainnya ialah ;
    § Psikoedukasi orang tua dan guru
    § Pelatihan keterampilan sosial bagi anak

B. Penatalaksanaan di bidang pendidikan

Dalam hal ini terapi yang paling efektif ialah terapi remedial, yaitu bimbingan langsung oleh guru yang terlatih dalam mengatasi kesulitan belajar anak. Guru remedial ini akan menyusun suatu metoda pengajaran yang sesuai bagi setiap anak. Mereka juga melatih anak untuk dapat belajar dengan baik dengan tehnik-tehnik pembelajaran tertentu ( sesuai dengan jenis kesulitan belajar yang dihadapi anak ) yang sangat be