TIM ROBOT JUMP-BE DI UNGGULKAN

Tim robot “Jump-Be” dari PENS-ITS Surabaya tampak diunggulkan dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2008 di kampus UI Depok, Jakarta, Sabtu, karena juara KRI Regional IV (Jatim-Indonesia Timur) itu tampil sempurna pada dua dari tiga putaran awal.

Tim ITS di Jakarta menyebutkan tim robot “Jump-Be” merupakan satu-satunya tim yang mampu mencetak “Govinda” (sempurna) di menit ke-29 pada putaran pertama dan kedua dalam KRI dan KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) 2008 yang dibuka Mendiknas.

Di putaran ketiga, tim Jump-Be gagal menciptakan Govinda dan hanya mampu mengalahkan tim Yamakure (UPN Veteran Jakarta) dengan skor 30 – 0, namun dua tim dari Region IV mampu membuat Govinda di putaran ketiga yakni tim POZTER MPX (Unhas Makassar) dan tim Rengganis (Unesa).

Bahkan, tim Koumori dari ITS sendiri juga gagal mencetak Govinda karena salah satu robot otomatisnya macet setelah lepas dari zona start, namun tim Koumori saat melawan tim tuan rumah (UI) yakni tim robot Rengousakusen mampu unggul dengan skor 33 – 6.

Tampaknya, hampir semua tim KRI tingkat nasional mengadopsi ide atau strategi yang telah diterapkan Tim Jump-Be dari PENS-ITS saat berlaga di tingkat Regional IV, diantaranya trik melakukan kolaborasi antara robot otomatis dan manual untuk mengambil “yellow butter” di tiang tertinggi guna menciptakan Govinda.

Sementara itu, pertandingan KRCI putaran I agaknya tim dari UNIKOM unggul dalam tiga divisi yaitu divisi expert Swam, divisi Berkaki, dan divisi Beroda, sehingga tim KRCI PENS-ITS Surabaya agaknya mendapatkan lawan yang cukup tangguh dari juara KRCI Region II.

Dalam sambutan pembukaan, Mendiknas Bambang Sudibyo meminta Dirjen Dikti untuk menggelar lebih banyak lagi kontes-kontes yang berbasis IT seperti KRI dan KRCI.

“Di Indonesia perlu lebih banyak lagi diadakan kontes-kontes yang berbasis IT dan menggali kreativitas karena potensinya cukup besar untuk bisa bersaing di dunia luar nantinya,” katanya.

Didampingi Dirjen Dikti Fasli Djalal, Mendiknas menegaskan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, pihaknya akan menyediakan dana block grant untuk Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

“Setiap tahun pemerintah selalu memasang target adanya pengakuan HAKI ke seluruh universitas dan institusi yang ada di Indonesia. Salah satunya, melalui kontes robotika seperti itu,” katanya.

Bagi setiap kontestan yang memenangkan pertandingan itu, Mendiknas berjanji akan memberikan fasilitas kepada peserta beserta dosen pembimbingnya untuk mendapatkan HAKI dari Dirjen HAKI Indonesia.

“Bagi pemenang kontestan yang menjadi juara akan mendapatkan hadiah dan beasiswa dari pemerintah, bahkan saya akan mengusulkan kepada presiden untuk memberikan Penghargaan Wirakarya bagi kontestan Indonesia yang mampu menyabet Juara I tingkat Internasional yang diadakan di India nanti,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: