Archive for the 1 Category

5 Tujuan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Di SD Negeri Baktijaya 1 bagi Siswa Baru

Posted in 1 on 22 Juli 2016 by uchonrara

Mulai tahun pelajaran 2016/2017 Masa Orientasi Sekolah (MOS) diganti dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Apa tujuan PLS bagi Peserta Didik Baru?_ Berdasarkan Silabus Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru(Lampiran I  Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016  Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru) ada 5 tujuan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, dan pada masing-masing tujuan dapat diisi dengan berbagai kegiatan. Pada silabus PLS sudah tercantum nama kegiatan-kegiatan PLS baik yang wajib maupun pilihan.

5 Tujuan Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Peserta Didik Baru SD/SMP/SMA/SMK


Tujuan Pengenalan Lingkungan Sekolah beserta Jenis Kegiatan Wajib dan Pilihannya Bagi Peserta Didik Baru 

1. Mengenali potensi diri siswa baru
a. Kegiatan Wajib

  • Pengisian formulir siswa baru oleh orang tua/wali;
  • Kegiatan pengenalan siswa (khusus SD, siswa dapat dikenalkan oleh orang tua).

b. Kegiatan Pilihan

  • Diskusi konseling.
  • Mengenalkan kegiatan ekstra kurikuler yang ada di sekolah.
  • Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap diskusi.


2. Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah
a. Kegiatan Wajib

  • Kegiatan pengenalan warga sekolah;
  • Kegiatan pengenalan visi-misi, program, kegiatan, cara belajar, dan tata tertib sekolah;
  • Kegiatan pengenalan fasilitas sarana dan prasarana sekolah dengan memegang prinsip persamaan hak seluruh siswa;
  • Pengenalan stakeholders sekolah lainnya.

b. Kegiatan Pilihan

  • Pengenalan tata cara dan etika makan, tata cara penggunaan fasilitas toilet, dan tata cara berpakaian/sepatu.
  • Mengajak siswa berkeliling ke seluruh area sekolah, sambil menjelaskan setiap fasilitas, sarana, dan prasarana yang terdapat di sekolah serta kegunaannya.
  • Menginformasikan fasilitas-fasilitas umum di sekitar sekolah.
  • Menginformasikan kewajiban pemeliharaan fasilitas dan sarana prasarana sekolah dan fasilitasfasilitas umum.
  • Kegiatan simulasi penanggulangan bencana.
  • Menginformasikan daerah rawan di sekitar sekolah.
  • Kegiatan pengenalan manfaat dan dampak teknologi informasi, termasuk sanksi yang diatur dalam peraturan perundangundangan terkait.


3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru
a. Kegiatan Wajib

  • Simulasi penyelesaian suatu masalah untuk menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa;
  • Kegiatan pengenalan etika komunikasi, termasuk tata cara menyapa/berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

b. Kegiatan Pilihan

  • Pengenalan metode pembelajaran dalam bentuk quantum learning (speed reading, easy writing, mind mapping, super memory system).
  • Mendatangkan narasumber dari berbagai profesi untuk berbagi pengalaman.
  • Kegiatan pengenalan kewirausahaan.
  • Kegiatan pengenalan institusi pasangan pada sekolah kejuruan.


4. Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya
a. Kegiatan Wajib

  • Pembiasaan salam, senyum, sapa, sopan, dan santun;
  • Pengenalan etika pergaulan antar siswa serta antara siswa dengan guru dan tenaga kependidikan, termasuk kepada sikap simpati, empati, dan saling menghargai, serta sportif.

b. Kegiatan Pilihan

  • Kegiatan atraksi masing-masing kelas, antara lain perlombaan bidang kesenian, dan olahraga.
  • Kegiatan yang menjalin keakraban antar siswa dengan warga sekolah antara lain dengan permainan atau diskusi kelompok.


5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong pada diri siswa.
a. Kegiatan Wajib

  • Kegiatan penanaman dan penumbuhan akhlak dan karakter;
  • Pengenalan budaya dan tata tertib sekolah;
  • Pemilihan tema kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai positif.

b. Kegiatan Pilihan

  • Beribadah keagamaan bersama, pengenalan pendidikan anti korupsi, cinta lingkungan hidup, dan cinta tanah air.
  • Kegiatan kebanggaan terhadap keanekaragaman dan kebhinekaan, antara lain pengenalan suku dan agama, penggunaan pakaian adat di sekolah.
  • Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan pengenalan tata cara membuang sampah sesuai dengan jenis sampah.
  • Penggunaan sumber daya sekolah (air, listrik, telepon, dsb) secara efisien.
  • Mengajarkan simulasi antri melalui baris sebelum masuk kelas, dan pada saat bergantian memakai fasilitas sekolah.
  • Kegiatan pendidikan bahaya p0rn0grafi, narkotika psikotropika, dan zat adiktif lainnya antara lain bahaya mer0k0k.
  • Kegiatan pengenalan dan keselamatan berlalu lintas.


Selengkapnya, silakan Download Lampiran I  Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016  Tentang Silabus Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru 

Demikian tentang 5 Tujuan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK Negeri/Swasta. Semoga bermanfaat.

Jambore Ranting 2015, Kwartir Ranting Sukmajaya

Posted in 1 on 17 September 2015 by uchonrara

PIN JAMRAN

Kepanduan atau Pramuka adalah suatu medan gerak untuk anak atau peserta didik , oleh mereka dibawah pimpinan mereka sendiri, tempat kaka mereka ( Pembina ) memberikan kepada adik-adiknya suasana yang sehat dan menganjurkan agar mereka melakukan kegiatan – kegiatan yang sehat, positif dan produktif yang akan membantu mereka dalam mengembangkan fungsi kewarganegaraan. Daya tarik yang kuat mengenal alam di lingkungan hidup.

Pembinaan perseorangan ( melalui kelompok kecil ) lebih penting dari pada pembinaan missal, dalam hal perbaikan intelegensia, kekuatan jasmani dan karakter. Dalam pramuka bukan isi pelajaran yang terpenting guna melahirkan sesuatu secara benar, melainkan menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang benar. Hal ini Nampak jelas dalam cara kerja regu dan pasukan penggalang. Baik untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan. Di situlahtampak latihan berdemokrasi, bahkan itulah demokrasi Pancasila dalam prakteknya.

Dewasa ini ada sebuah kenyataan yang teramat pahit atau mungkin juga sebuah cobaan dan tantangan yang teramat berat, ketika semakin banyak jumlah remaja penyandang masalah social. Mereka terjebak dalam perilaku yang menyimpang dan telah turut dan menghabakan dirinya kepada tata nilai asing. Mereka adalah saudara –saudara kita, yang berpotensi untuk menimbulkan berbagai problema social di masyarakat. Disamping itu secara internal terdapat pula ketidak siapan mental dan rohani pada sebagian remaja , sehingga mereka gagal untuk mempertahankan diri dari pengaruh negative yang menyesatkan.

Gerakan Pramuka dituntut menciptakanpesona nya sendiri, sehingga orang-orang muda lebih tertarik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, melalui wadah kepramukaan dengan kegiatan yang kreatif , edukatif, inovatif dan penuh tantangan yang di sesuaikan dengan kondisi masyarakat kita.

Maka Gerakan Pramuka sangat merindukan eksistensi para anggota dewasanya dalam membina , mengembangkan organisasi secara sukarela , dan terus menerus. Gerakan Pramuka sangat mendambakan sebuah organisasi yang mapan, semakin strategis, semakin antisipasi terhadap berbagai kendala, sehingga perjalannannya mulus, lancar dan sukses . Gerakan pramuka sangat menginginkan tertibnya program pendidikan atau pelatihan baik bagi anak didik maupun anggota dewasanya sehingga prosesnya lancar, tuntas dan berkualitas. Gerakan pramuka sangat mengharapkan bisa mandiri dengan dana atau fasilitas yang sangat memadai. Salah satu program Kwartir Ranting Sukmajaya dalam meningkatkan eksistensi tersebut adalah dengan mengadakan kegiatan Jambore Kwartir Ranting Sukmajaya Tahun 2015.

data 2015 103 data 2015 190 data 2015 146 data 2015 180 data 2015 268 data 2015 231 data 2015 542 data 2015 195

Pengertian Mengajar Pengertian Lama Dan Pengertian Baru

Posted in 1 on 11 Maret 2015 by uchonrara

azizah 1

Secara umum, mengajar adalah suatu usaha guru yang mengatur lingkungannya sehingga terbentuk situasi dan kondisi yang sebaik-baiknya bagi anak yang diajar, sehingga belajar itu bukan hanya dapat berlangsung diruangan kelas, tetapi dapat pula berlangsung bagi sekelompok siswa di luar kelas atau di tempat-tempat lain yang memungkinkan siswa tersebut untuk belajar.

azizah 2

Pengertian lama:

Mengajar adalah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman, kecakapan kepada anak didik kita, atau usaha untuk mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi berikutnya.

Dengan melihat defenisi di atas, maka kita dapat melihat bahwa aktifitas itu terletak pada guru, sedangkan siswa hanya mendengar dan menerima apa yang disampaikan oleh guru. Siswa tidak ikut aktif menetapkannya apa yang akan diserahkan padanya dan apa gunanya untuk hidupnya kelak. Siswa akan menerima begitu saja tanpa ragu-ragu lagi akan kebenarannya, dia percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh guru tidak dikritik dan tidak ikut aktif dalam menentukan apa yang akan diterimanya, sebab ia yakin bahwa apa yang disampaikan oleh guru sudah pasti akan kebenarannya.

Pengertian baru:

Mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar. Dengan melihat defenisi ini maka jelas bahwa yang aktif dalam proses belajar adalah siswa itu sendiri, sedangkan guru hanya tinggal mengawasi, mengkoordinir dan membimbing siswa agar sesuai dengan kebutuhannya dan mengingat kepribadian anak yang berbeda-beda. Dalam hal ini siswalah yang lebih aktif dalam memikirkan hal-hal yang sedang dipelajari.

Nasution, memberikan beberapa defenisi tentang mengajar sebagai berikut:

  1. Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada anak.
  2. Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan pada anak didik.
  3. Mengajar adalah aktifitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
  4. Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar.

Jadi, mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Menurut pengertian ini, berarti tujuan dari siswa itu hanya ingin mendapatkan atau menguasai pengetahuan. Jadi siswa cenderung untuk pasif karena hanya menerima informasi atau menguasai pengetahuan yang diberikan oleh gurunya, sehingga ada juga yang menyebut pengajaran seperti ini sebagai pengajaran yang intelektualitas.

Mengajar adalah menanamkan pengetahuan kepada anak didik dengan harapan terjadi suatu proses pemahaman. Hal ini berarti berangkat dari intelektualnya, siswa dapat menciptakan suatu yang baru.

Pengertian yang luas, mengajar adalah suatu aktifitas meng-organisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan meng-hubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Atau dikatakan mengajar sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi para siswa.

Dapatlah disimpulkan bahwa pengertian mengajar merupakan transfer pengetahuan yang diberikan itu dan dimengerti oleh anak didik tersebut dan dapat pula dimanfaatkan bagi kehidupannya kelak.

 

Kepustakaan:

S. Nasution, Di daktik Asas-Asas Mengajar, jakarta, Jemmars, 1992. A. M. Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, Rajawali Pers, t.th. Muhammad Syata, Pengantar Media Pendidikan Bidang Study, IKIP Ujung Pandang, 1990. Ahmad Rohani, Media Intruksional Edukatif, Jakarta, Rineka Cipta, 1998. N. K. Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 1998. Azhar Arsyad, Media Pengajaran, Cet.I, jakarta, PT. Raja Grafindo, 1997

SDN Baktijaya 1 mendukung program Adiwiyata

Posted in 1 on 10 Maret 2015 by uchonrara

Kata ADIWIYATA berasal dari 2 (dua) Kata “ADI” dan “WIYATA”. Adi memiliki makna: besar, agung, baik, ideal dan sempurna. Wiyata memiliki makna: tempat dimana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Jika secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna: tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh secara ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita menuju keada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata adalah : salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapakan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Tujuan Program Adiwiyata adalah : menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Program Adiwiyata harus berdasarkan norma-norma Kebersamaan, Keterbukaan, Kejujuran, Keadilan, dan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Prinsi Program Adiwiyata:

Partisipataif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung Jawab.
Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

Keuntungan yang di peroleh sekolah mengikuti program Adiwiyata:

Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya .
Meningkatkan penghematan sumber daya dan energi
Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah.
Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah
Meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negatif dimasa yang akan datang.
Menjadi tepat pemebelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar.
Mendapatkan program Adiwiyata.

Untuk menjadikan sekolah yang Peduli dan berbudaya Lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip dasar program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Pengembangan kebijakan sekolah yang diperlukan untuk meujutkan Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan tersebut adalah:

Visi dan Misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan
Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup
Kebijakan peningkatan SDM (tenaga pendidikan dan non pendidikan) dibidang pendidikan lingkungan hidup.
Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam
Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
Kebijakan sekolah untuk mengalokasikan dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.

Jadikan Kota Depok yang peduli dan berbudaya lingkungan sehat dan bersih dalam segala kondisi sesuai dengan program Adiwiyata.

image

image

image

image

Membiasakan Minum susu

Posted in 1 on 7 Maret 2015 by uchonrara

SDN Baktijaya menganjurkan siswa siswinya untuk minum susu, dimana susu banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan otak dan tubuh, bersama guru dan Kepala sekolah serta siswa melakukan minum susu bersama setiap hari sabtu.

image

image

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bersama SD Negeri Baktijaya 1

Posted in 1 on 3 Februari 2015 by uchonrara

Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 1436 H
“Mari Kita Tingkatkan Akhlaq sebagai Bekal membangun Pribadi yang Unggul”
Kita berharap peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Ini menjauhkan kita dari perbuatan syirik, kebhatilan dan kejahilan dari kegelapan menuju terang benderangnya hidayah Allah SWT. Maka lahirlah seorang Hamba Allah dimuka Bumi ini yaitu seorang Rosulullah SAW. Yang di nanti nantikan umat. Atas dasar iman, Islam dan Taqwa yang menjadi modal kekuatan.
Kita ingin mengulang kemenangan itu melalui kerja nyata dengan berpartisipasi menjadi pendidik dan pengajar di SD N Baktijaya 1 dengan berusaha mencetak mereka menjadikan anak didik yang cinta dengan Nabinya sebagai uswatun khasanah. Berakhlaq mulia berprestasi dunia akhirat.

image

image

image

Menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW

Posted in 1 on 29 Januari 2015 by uchonrara

Guru sedang meluangkan waktunya bernyanyi bersama Kepala Sekolah SDN Baktijaya 1, untuk persiapan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
image

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 701 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: