Arsip untuk Maret, 2015

Pengertian Mengajar Pengertian Lama Dan Pengertian Baru

Posted in 1 on 11 Maret 2015 by uchonrara

azizah 1

Secara umum, mengajar adalah suatu usaha guru yang mengatur lingkungannya sehingga terbentuk situasi dan kondisi yang sebaik-baiknya bagi anak yang diajar, sehingga belajar itu bukan hanya dapat berlangsung diruangan kelas, tetapi dapat pula berlangsung bagi sekelompok siswa di luar kelas atau di tempat-tempat lain yang memungkinkan siswa tersebut untuk belajar.

azizah 2

Pengertian lama:

Mengajar adalah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman, kecakapan kepada anak didik kita, atau usaha untuk mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi berikutnya.

Dengan melihat defenisi di atas, maka kita dapat melihat bahwa aktifitas itu terletak pada guru, sedangkan siswa hanya mendengar dan menerima apa yang disampaikan oleh guru. Siswa tidak ikut aktif menetapkannya apa yang akan diserahkan padanya dan apa gunanya untuk hidupnya kelak. Siswa akan menerima begitu saja tanpa ragu-ragu lagi akan kebenarannya, dia percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh guru tidak dikritik dan tidak ikut aktif dalam menentukan apa yang akan diterimanya, sebab ia yakin bahwa apa yang disampaikan oleh guru sudah pasti akan kebenarannya.

Pengertian baru:

Mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar. Dengan melihat defenisi ini maka jelas bahwa yang aktif dalam proses belajar adalah siswa itu sendiri, sedangkan guru hanya tinggal mengawasi, mengkoordinir dan membimbing siswa agar sesuai dengan kebutuhannya dan mengingat kepribadian anak yang berbeda-beda. Dalam hal ini siswalah yang lebih aktif dalam memikirkan hal-hal yang sedang dipelajari.

Nasution, memberikan beberapa defenisi tentang mengajar sebagai berikut:

  1. Mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada anak.
  2. Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan pada anak didik.
  3. Mengajar adalah aktifitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
  4. Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar.

Jadi, mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Menurut pengertian ini, berarti tujuan dari siswa itu hanya ingin mendapatkan atau menguasai pengetahuan. Jadi siswa cenderung untuk pasif karena hanya menerima informasi atau menguasai pengetahuan yang diberikan oleh gurunya, sehingga ada juga yang menyebut pengajaran seperti ini sebagai pengajaran yang intelektualitas.

Mengajar adalah menanamkan pengetahuan kepada anak didik dengan harapan terjadi suatu proses pemahaman. Hal ini berarti berangkat dari intelektualnya, siswa dapat menciptakan suatu yang baru.

Pengertian yang luas, mengajar adalah suatu aktifitas meng-organisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan meng-hubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Atau dikatakan mengajar sebagai upaya menciptakan kondisi yang kondusif untuk berlangsungnya kegiatan belajar bagi para siswa.

Dapatlah disimpulkan bahwa pengertian mengajar merupakan transfer pengetahuan yang diberikan itu dan dimengerti oleh anak didik tersebut dan dapat pula dimanfaatkan bagi kehidupannya kelak.

 

Kepustakaan:

S. Nasution, Di daktik Asas-Asas Mengajar, jakarta, Jemmars, 1992. A. M. Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, Rajawali Pers, t.th. Muhammad Syata, Pengantar Media Pendidikan Bidang Study, IKIP Ujung Pandang, 1990. Ahmad Rohani, Media Intruksional Edukatif, Jakarta, Rineka Cipta, 1998. N. K. Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 1998. Azhar Arsyad, Media Pengajaran, Cet.I, jakarta, PT. Raja Grafindo, 1997

Iklan

SDN Baktijaya 1 mendukung program Adiwiyata

Posted in 1 on 10 Maret 2015 by uchonrara

Kata ADIWIYATA berasal dari 2 (dua) Kata “ADI” dan “WIYATA”. Adi memiliki makna: besar, agung, baik, ideal dan sempurna. Wiyata memiliki makna: tempat dimana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Jika secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna: tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh secara ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita menuju keada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata adalah : salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapakan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Tujuan Program Adiwiyata adalah : menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Program Adiwiyata harus berdasarkan norma-norma Kebersamaan, Keterbukaan, Kejujuran, Keadilan, dan Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Prinsi Program Adiwiyata:

Partisipataif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung Jawab.
Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

Keuntungan yang di peroleh sekolah mengikuti program Adiwiyata:

Meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan berbagai sumber daya .
Meningkatkan penghematan sumber daya dan energi
Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi semua warga sekolah.
Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah
Meningkatkan upaya menghindari berbagai resiko dampak lingkungan negatif dimasa yang akan datang.
Menjadi tepat pemebelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar.
Mendapatkan program Adiwiyata.

Untuk menjadikan sekolah yang Peduli dan berbudaya Lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip dasar program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan. Pengembangan kebijakan sekolah yang diperlukan untuk meujutkan Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan tersebut adalah:

Visi dan Misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan
Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup
Kebijakan peningkatan SDM (tenaga pendidikan dan non pendidikan) dibidang pendidikan lingkungan hidup.
Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam
Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
Kebijakan sekolah untuk mengalokasikan dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.

Jadikan Kota Depok yang peduli dan berbudaya lingkungan sehat dan bersih dalam segala kondisi sesuai dengan program Adiwiyata.

image

image

image

image

Membiasakan Minum susu

Posted in 1 on 7 Maret 2015 by uchonrara

SDN Baktijaya menganjurkan siswa siswinya untuk minum susu, dimana susu banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan otak dan tubuh, bersama guru dan Kepala sekolah serta siswa melakukan minum susu bersama setiap hari sabtu.

image

image

%d blogger menyukai ini: